SANO NGGOANG – Isak tangis menyelimuti Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, saat api melahap habis rumah milik Ibu Antonia Amun (seorang janda) di pemukiman perkebunan Mberai, Senin pagi sekitar pukul 10.00 WITA.
Kejadian yang berlangsung begitu cepat ini menyisakan duka mendalam. Bermula dari api tungku dapur yang lupa dipadamkan, si jago merah dengan beringas menghanguskan bangunan kayu tersebut saat korban sedang beristirahat di dalam rumah. Beruntung, nyawa Ibu Antonia berhasil diselamatkan setelah warga sekitar bergegas mengevakuasi beliau dari kepungan api.
Kehilangan Harta dan Harapan
Bukan sekadar bangunan yang hilang, namun seluruh tabungan dan hasil kerja keras korban kini telah menjadi abu. Berdasarkan laporan, kerugian ditaksir mencapai Rp50.000.000, yang meliputi:
- Uang tunai sebesar Rp20.000.000 yang sedianya disimpan untuk kebutuhan hidup.
- 17 karung kemiri, hasil panen yang menjadi tumpuan ekonomi korban.
- Seluruh peralatan rumah tangga dan bangunan rumah yang bernilai sekitar Rp18.000.000.
Kondisi Ibu Antonia saat ini masih dalam penanganan medis. Setelah dievakuasi sejauh 8 KM dari lokasi kejadian menuju Kampung Nunang, korban dilarikan ke Puskesmas Werang menggunakan angkutan umum. Mengingat luka dan trauma yang dialami, korban rencananya akan dirujuk ke RSUD Komodo.
Kendala sempat muncul karena kartu BPJS milik korban turut hangus terbakar. Namun, berkat kesigapan pihak Kecamatan Sano Nggoang yang bersedia menjadi penjamin, Ibu Antonia dapat tetap mendapatkan perawatan intensif di RSUD Komodo.
”Beliau adalah seorang janda yang berjuang sendiri. Melihat seluruh hasil keringatnya—mulai dari kemiri hingga tabungan—sirna dalam sekejap adalah kenyataan yang sangat menyayat hati.”








