Layanan Air Bersih Labuan Bajo Macet – Perumda Wae Mbeliling Tuai Kecaman Warga

LABUAN BAJO – Warga Kota Labuan Bajo kembali harus mengurut dada. Di tengah status kota ini sebagai destinasi wisata super prioritas, pelayanan dasar berupa air bersih justru kembali mengalami gangguan. Berdasarkan pengumuman resmi dari Perumda Air Minum Wae Mbeliling, terganggunya distribusi air disebabkan oleh pemeliharaan teknis pada pompa dosing WTP 2.

​Langkah Perumda Wae Mbeliling yang baru melakukan perbaikan saat gangguan sudah terjadi menuai kritik pedas dari berbagai pihak. Masyarakat menilai manajemen perusahaan daerah tersebut lambat dalam melakukan mitigasi risiko.

​”Sangat disayangkan, masalah teknis seperti ini terus berulang tanpa ada solusi permanen. Labuan Bajo adalah wajah pariwisata Indonesia, namun kebutuhan dasar seperti air bersih saja masih sering terhambat oleh alasan ‘pemeliharaan rutin’ yang tidak terencana dengan baik komunikasinya ke publik,” ujar salah satu warga terdampak.

​Kurangnya transparansi mengenai estimasi waktu selesainya perbaikan juga menambah daftar panjang kekecewaan pelanggan yang tetap diwajibkan membayar iuran secara penuh meski pelayanan tidak maksimal.

Himbauan Bagi Masyarakat

​Menyikapi situasi ini, masyarakat dihimbau untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir dampak kekeringan di tingkat rumah tangga:

  • Hemat Penggunaan Air: Gunakan stok air yang ada hanya untuk kebutuhan paling mendesak seperti memasak dan sanitasi dasar.
  • Sediakan Penampungan Cadangan: Bagi warga yang belum memiliki tandon atau profil tank, disarankan mulai menyediakan wadah penampungan air darurat.
  • Pantau Saluran Komunikasi: Terus perbarui informasi melalui kanal resmi Perumda atau otoritas setempat untuk mengetahui kapan distribusi akan kembali normal.
  • Melapor Secara Kolektif: Jika gangguan berlangsung lebih dari 24 jam tanpa ada bantuan tangki air darurat, warga disarankan melakukan pengaduan kolektif agar menjadi prioritas penanganan.

​Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat didesak untuk melakukan evaluasi total terhadap kinerja jajaran direksi Perumda Wae Mbeliling. Masyarakat menuntut adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang lebih jelas terkait pemeliharaan infrastruktur vital agar tidak ada lagi alasan “pelayanan tidak maksimal” di masa mendatang.

Perumda Air Minum Wae Mbeliling diharapkan tidak hanya sekadar memohon maaf, tetapi membuktikan jargon “Tetap Melayani” dengan tindakan nyata dan perbaikan infrastruktur yang lebih modern.

RELATED POSTS