Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel, Dunia Menangis”

INDONESIA -Langit biru Lebanon yang biasanya menjadi saksi bisu upaya perdamaian, kini berubah menjadi kelabu. Kabar duka menyelimuti tanah air setelah tiga putra terbaik bangsa, prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL), gugur dalam tugas mulia akibat serangan artileri dan ledakan di tengah eskalasi konflik di Lebanon Selatan.

​Identitas para kusuma bangsa yang telah mendahului kita adalah:

  1. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
  2. Sertu Muhammad Nur Ikhwan
  3. Praka Farizal Rhomadhon

​Mereka bukan sekadar tentara; mereka adalah ayah, anak, dan suami yang meninggalkan kehangatan keluarga demi menjaga api perdamaian di negeri orang. Praka Farizal, salah satunya, meninggalkan seorang istri dan anak yang masih balita—sebuah pengorbanan yang tak ternilai harganya bagi bangsa dan kemanusiaan.

​Jenazah ketiga pahlawan ini telah tiba di Tanah Air pada Sabtu malam (4/4/2026) disambut dengan upacara militer yang penuh haru. Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih diturunkan dari pesawat. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi mereka, pemerintah telah menganugerahkan Kenaikan Pangkat Anumerta satu tingkat lebih tinggi.

​”Mereka pergi sebagai penjaga perdamaian, dan kembali sebagai pahlawan sejati. Kehilangan ini adalah luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan simbol perdamaian dunia.”

MPR Desak Evaluasi dan Penarikan Pasukan

​Merespons tragedi memilukan ini, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya. Namun, di balik duka tersebut, terselip ketegasan dan kekhawatiran yang besar. MPR mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan seluruh pasukan TNI dari Lebanon jika jaminan keselamatan bagi para penjaga perdamaian tidak lagi bisa dipastikan.

​”Keselamatan warga negara dan prajurit kita adalah amanat konstitusi yang utama. Di tengah pertempuran aktif yang kian membahayakan, negara harus hadir untuk melindungi mereka yang selama ini melindungi perdamaian,” tegas pimpinan MPR.

Selamat jalan, Kapten Zulmi, Sertu Nur Ikhwan, dan Praka Farizal.

Tugasmu telah usai, namun nama dan pengabdianmu akan abadi dalam catatan sejarah bangsa. Doa seluruh rakyat Indonesia menyertai langkah terakhirmu menuju keabadian.

#TNIDuka #PahlawanPerdamaian #UNIFIL #IndonesiaBerduka

RELATED POSTS