Gotong Royong di Tengah Pengabdian: TNI dan Rakyat Hidupkan Nadi Ekonomi Boleng, Tanpa Kehadiran Desa

CENTERASPIRASIMABAR.COM – Di bawah langit mendung Kecamatan Boleng, sebuah pemandangan kontras tersaji di kawasan Pasar Terang. Di satu sisi, terlihat semangat membara antara aparat TNI dan warga yang bahu-membahu memperbaiki deker jalan yang rusak parah. Di sisi lain, kekosongan kursi perwakilan Pemerintah Desa meninggalkan tanda tanya besar di tengah keringat rakyatnya sendiri.

Nadi Ekonomi yang Nyaris Terputus

​Deker Pasar Terang bukanlah sekadar tumpukan semen dan besi. Ia adalah urat nadi ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Setiap harinya, ribuan langkah kaki dan roda kendaraan melintas di sana, membawa harapan hidup dari pasar ke rumah-rumah warga. Menyadari vitalnya akses tersebut, Danpos Boleng Serka Umran bersama Babinsa Desa Golo Ketak, Serda Candra Kirana Sam, turun langsung membaur bersama tokoh pemuda dan masyarakat.

​Hebatnya, perbaikan ini tidak lahir dari kucuran dana birokrasi, melainkan murni dari swadaya masyarakat. Warga merogoh kocek pribadi dan menyumbangkan tenaga demi memastikan akses publik tidak terputus.

Kritik Tajam: Di Mana Pemerintah Desa?

​Namun, keindahan gotong royong ini menyisakan pil pahit. Di saat rakyat dan TNI berpeluh lelah di lapangan, tidak satu pun batang hidung perwakilan Pemerintah Desa terlihat hadir untuk sekadar memberi dukungan moral, apalagi bantuan material.

​Ketidakhadiran ini sangat disayangkan dan patut dikecam. Sebagai garda terdepan pelayan publik, Pemerintah Desa seharusnya menjadi dirigen dalam setiap gerak pembangunan, bukan justru menjadi penonton pasif saat rakyatnya berjuang mandiri memperbaiki fasilitas umum.

​”Sangat ironis melihat TNI dan warga berjuang dengan alat seadanya dan dana swadaya, sementara pihak yang memiliki mandat administratif dan anggaran desa justru absen dari tanggung jawab nyata di lapangan.”

Harapan Kedepan

​Aksi nyata Serka Umran, Serda Candra, dan para pemuda desa adalah bukti bahwa semangat Manunggal TNI dengan Rakyat masih sangat kokoh. Meski tanpa kehadiran pemimpin desa, pembangunan tetap berjalan demi kepentingan orang banyak.

​Semoga kejadian ini menjadi tamparan keras bagi jajaran Pemerintah Desa setempat untuk lebih peka dan hadir di tengah kesulitan warga. Karena sejatinya, jabatan adalah tentang pengabdian, bukan sekadar duduk manis di balik meja saat rakyat bersusah payah di jalanan.

RELATED POSTS