CENTERASPIRASIMABAR.COM – Dunia kembali dikejutkan oleh sebuah potret kebiadaban yang mengatasnamakan tradisi dan takhayul. Di sebuah dusun terpencil terlihat nurani manusia seolah mati ditelan api kemarahan massa yang membabi buta. Seorang ibu muda, Jyoti, dan bayinya yang baru berusia 10 bulan, tewas mengenaskan setelah dibakar hidup-hidup oleh tetangganya sendiri.
Hanya Karena Tuduhan Kosong
Sulit dipercaya bahwa di tahun 2026, nyawa manusia masih dihargai begitu murah. Hanya karena rumor tak berdasar mengenai “ilmu sihir”, sekumpulan massa yang gelap mata tega melakukan aksi main hakim sendiri. Tragedi ini dipicu oleh kematian ternak dan sakitnya seorang warga desa. Alih-alih mencari bantuan medis yang layak, warga justru memilih mencari “kambing hitam”. Jyoti, seorang ibu yang seharusnya dilindungi, justru dituduh sebagai pembawa sial.
Tangisan di Tengah Kobaran Api
Malam itu, Selasa (17/2), seharusnya menjadi malam yang tenang bagi keluarga kecil Kolhan Sinku. Namun, ketenangan itu berubah menjadi neraka ketika belasan orang menyerbu rumah mereka.
Sambil terbaring di ranjang rumah sakit dengan luka bakar yang menyayat tubuh, Kolhan menceritakan momen paling memilukan dalam hidupnya. “Saya memohon dengan tangan terlipat, saya minta masalah ini dibawa ke dewan desa, tapi mereka tidak mendengar,” isaknya.
Jeritan minta tolong Jyoti dan tangis bayi mungilnya tidak mampu meluluhkan hati para penyerang yang sudah dirasuki kebencian. Mereka tidak hanya membakar sebuah rumah, mereka membakar kemanusiaan. Bayi yang belum genap satu tahun, yang tidak tahu apa-apa tentang dunia, harus meregang nyawa dalam kobaran api yang disulut oleh kebodohan massal.
Bagaimana mungkin sebuah komunitas bisa begitu tega menyiksa sesamanya tanpa bukti? Data menunjukkan lebih dari 2.500 nyawa telah melayang di Daerah itu akibat tuduhan serupa dalam beberapa dekade terakhir. Ini bukan sekadar masalah takhayul; ini adalah kegagalan sistemik dalam memberikan pendidikan dan akses kesehatan di daerah terpencil.
Kini, Jyoti dan bayinya telah tiada. Yang tersisa hanyalah abu dan duka mendalam bagi Kolhan. Meskipun empat pelaku telah ditangkap, tidak ada hukuman yang cukup untuk menebus nyawa seorang ibu dan anak yang direnggut dengan cara yang begitu keji.
Tragedi ini adalah pengingat pahit bagi kita semua: bahwa musuh terbesar manusia bukanlah sihir atau takhayul, melainkan ketidaktahuan yang dipelihara dan kebencian yang dibiarkan tumbuh subur di hati mereka yang kehilangan akal sehat.
Sumber : https://www.merdeka.com/dunia/tragis-ibu-dan-bayinya-tewas-dibakar-massa-di-india-karena-tuduhan-ilmu-sihir-539227-mvk.html
Lokasi Kejadian : India